Berdo’a Menghadap Qiblat Facebook dan Twetter

Alkhamdulillah, ya Allah….

Semoga Allah…

Amiiin

Mungkin kata-kata itu sering kita lihat di beranda (update status) milik seseorang di jejaring sosial bukan…

Emang Allah punya akun FB agar bisa like this ya…? trus ngapain berdo’a dan berharap kepada Allah selalu ditulis melalui update status di FB atau Twetter…hayooo berpahala atau berdosakah do’a kita itu saat kita share ke update status tersebut…

sebenarnya berdoa itu bebas mau menghadap ke mana, kecuali solat. namun perkembangan masa kini banyak kaum muslimin yang mengarahkan do’anya ke jejaring sosial semisal Facebook atau Twetter.

kalau ditilik dari untung rugi nya kayaknya ga ada deh…adanya cuman jadi Ria

Do’a saja menghadap FB apalagi berkeluh kesah, mungkin biar kita biar dapat simpati dari temen yak…

kalau semua demikian berarti segala urusan kita sudah tidak didasari dengan lillahi ta’ala lagi, jadi…

kembalilah ke hadapan yang benar, jika ingin berdo’a atau berkeluh kesah segeralah menghadap dengan semestinya,

yaitu Solat.

lebih baik lagi ke Masjid, akan lebih menyenangkan bila kita berkeluh kesah di sana, pernahkah kita update status ke sana (Masjid), minimal setiap hari 5 kali.

dialah Allah yang Maha Pemberi dan Maha Perhatian

Alkhamdulillah

Saya Malu Mengaku Islam…

Wah judulnya SARA banget yak, tenang…jangan terburu nafsu dulu, baca selanjutnya… heeee

Saya malu mengaku-ngaku Islam jika

- saya tidak pernah solat

- solat saya masih senin kemis (kalo puasa senin kemis OK bro)

- saya lebih mengutamakan panggilan bos daripada panggilan Solat

- saya ga pernah tahu isi dari Alquran, baca saja tidak, apalagi belajar dan mengamalkannya

- saat romadhon, saya masih makan siang

- saat kita lupa kapan terakhir kita solat, puasa dan zakat

Gimana… apakah Anda malu mengaku ISLAM?

Astaghfirullah

Software ISLAM, Final Update…

Semenjak dihukumnya Adam ke bumi, di situ juga Allah memberi Software kepada kita berupa Aplikasi Open Source untuk dijalankan di muka bumi ini sesuai dengan nalar dan pola pikir pada masa tersebut.

Software tersebut selalu diupdate melalui para utusan yaitu para Nabi jikalau manusia sebagai user sudah sering meng-hack, meng-crack membajak dan menyalahgunakan kegunaan Software tersebut untuk melakukan segala aktifitasnya di bumi ini.

Apa yang terjadi jika suatu Software asli dari owner sudah di crack oleh user? pasti owner tersebut akan mengupdate bukan…

nah, begitu pula dengan Agama sebagai petunjuk penggunaan manusia dalam menjalani kehidupan di bumi ini. Jaman dahulu dikenal nabi-nabi dengan membawa agama-agama atau aliran yang dasar pemahamannya adalah Tauhid. berjalannya waktu maka Agama-agama yang lama diperbarui, baik untuk memperbaiki agama yang telah diplesetkan manusia dan diperbarui karena menyesuaikan pola pikir manusia yang dari jaman ke jaman selalu berkembang.

ISLAM sebagai salah satu Agama bagi manusia telah dibawa oleh manusia mulia bernama Muhammad bin Abdullah. tentu pilihan nabi dan rosul adalah hak kuasa penuh ( kalo istilah orang amerika hak VETO) dari Allah…

Jika Amerika saja boleh melalukan hak Veto, mengapa Allah tidak?

Jika Agama Katolik ( yang dibawa nabi Isa ), dan Yahwe ( Yahudi punya yang di bawa nabi Musa ) saja diakui, mengapa ISLAM yang dibawa oleh Muhammad tidak?

Jika Muhammad itu “dianggap gila karena ajarannya”, mengapa Darwin, Einstein dan penemu-penemu lain tidak?

Jika Muhammad itu “tidak diakui sebagai nabi atau seorang pemimpin”, kenapa Isa, Musa ataupun Obama (yang notabene tidak punya andil apa-apa terhadap dunia)  bisa diakui seorang Nabi atau seorang Pemimpin?

aneh jika manusia tidak mengakui tentang ISLAM

padahal dalam ajaran mereka tidak disebutkan bahwa nabi-nabi tersebut bukanlah Nabi terakhir jaman dan Agama akhir jaman bukan…

berbeda dengan ISLAM yang di dalamnya sudah diterangkan bahwa telah disempurnakan Agama bagi manusia yaitu ISLAM, dan Muhammad tentu secara otomatis menjadi Nabi terakhir…

logikanya, mengapa sudah terakhir atau final update karena sampai kapan usia bumi ini, tentu ada akhirnya, jika tidak ada kata disempurnakan, maka sudah barang tentu akan ada nabi-nabi baru yang aneh-aneh yang membawa agama yang aneh pula (alias bajakan heee)

Allahu Akbar

Silahkan, Siapa Yang Mau Mati Duluan

heee, anggap saja yang nanya Mama ( Siapa tuh MaMa? Malaikat Maut bro heee), pasti ga ada yang mengajukan diri… saya saja ga mau…

tapi, kalo ditanya : “emang alasan lo apa, ga mau mati duluan?”

hayooo prediksi saya salah satu jawabannya adalah

“belum cukup bekal bro ( kalo orang jawa bilang : Sangu)”

nah, udah tau belum cukup bekalnya, kenapa sekarang ga bikin bekal sebanyak-banyaknya? nunggu apalagi hayoo…nunggu Mama main kasar?

ya…setidak-tidaknya minimal setelah kita mendapat tawaran diatas, berucap istighfar

Astaghfirullah

Muadzin Bernama Isroil

Saat Adzan berkumandang, saat itu pula panggilan Allah melalui seorang Muadzin agar setiap muslimin segera melaksanakan ibadah solat berjamaah di masjid. bersyukurlah setiap manusia jika masih bisa mendengar suara adzan dari muadzin tersebut, yang artinya kita masih diberikan umur dan nyawa kita untuk segera memohon ampunan kepada Allah.

lain halnya jika Muadzin itu bernama Isroil. saat Isroil mendatangi kita, saat itu pula panggilan Allah telah datang DAN panggilan tersebut saya pastikan tidak dapat diundur lagi, alias mau tidak mau kita pasti datang.

tidak ada alasan “sebentar, nanggung nih, masih ada kerjaan”

tidak ada alasan “wah, ada meeting dengan pak bos, jadi ga enak kalo ditinggal pergi”

tidak ada lagi alasan “ngantuk ah, tidur dulu, solat nanti ajah”

atau alasan-alasan lain yang tidak seharusnya kita mengingkari panggilan Muadzin tersebut.

jadi, sebelum Muadzin itu menjelma nama sebagai Isroil, maka segeralah memenuhi panggilan tersebut, mungkin hanya butuh waktu 10 menit untuk melaksanakan panggilan tersebut. kenapa harus berbeda saat ada panggilan dari bos kita, atau seorang pejabat?

jangan melihat siapa kurirnya atau muadzinnya, baik itu muadzin manuasia ataupun muadzin yang bernama isroil.

Tapi… lihatlah siapa yang menyuruhnya…Dialah Allah yang Maha dari segala urusan…

AllahuAkbar

Google Yang Maha Tahu, Uang Yang Maha Kuasa,

Heee Ada lagikah yang Maha…???

Mahasiswa…ups

Ente pengen jadi Penguasa? cari aja uang yang banyak…

dijamin Ente menjadi Yang Maha Kuasa, seperti namrud dan firaun kan…

Ente Ingin belajar Agama? cari aja di Yang Maha Tahu…

mulai dari Al Qur’an, Hadist, atau Kitab Agama lain akan di paparkan di ayat-ayat Google.

begitulah kehidupan masa kini. Allah bagaikan kehilangan Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Tahu.

Astaghfirullah

Program Qodo dan Qodar

yang sempat belajar pemrograman mungkin tau bahasa program IF.

atau yang tau MS.Excel tentang rumus IF.

di dalam suatu program tentu banyak IF ( Jika ). begitu juga dengan Qodo dan Qodar. bisa dibayangkan saja itu sekumpulan program IF, yang harus kita pilih saat kita menjalankan program kehidupan di dunia ini.

misalkan kita sebenarnya mendapat Qodo soal rejeki sebesar 1 Milyar, dengan banyak IF yang harus kita lalui, tentunya jalan baik dan buruk. namun ada juga jika kita menjalankan IF yang salah maka program langsung Error ke arah rejeki kurang dari 1 Milyar.

Hasil error atau Hasil menjalankan setiap program tersebutlah yang dinamakan Qodar.

begitu juga dengan Usia kita, jika IF kita memilih jalan salah (memakai narkoba, ugal-ugalan dalam berkendara) mungkin juga usia kita akan error di tengah jalan. alias Innalillahi…

jadi Solat itu bisa membuat pilihan IF kita akan selalu terjaga dan sesuai dengan hukum Allah, agar tidak terjadi Program Error

amiin

Modal Agama Untuk Mencari Dunia

Walah, judule Terbalik ya…

la gimana lagi, dunia sekarang memang muternya sudah terbalik gitu, jadi ya…ikut-ikutan dibalik ajalah.

ga perlu membayangkan atau memikirkan lagi untuk memahami judul tersebut kaleee…sudah banyak kan di depan kita yang seperti itu.

dai-dai, ustad yang ada di TV…

atau khotib-khotib yang ada di masjid-masjid…

hayooo siapa yang mau tampil di depan mimbar atau tampil di TV yang ga dibayar…alias dengan ikhlas memberikan ilmu agama secara cuma-cuma, atau sampai menolak pemberian jasa setelah berdakwah, silahkan ngacung!

“namanya rejeki ya jangan ditolak, ga baik itu…”paling hanya itu jawaban yang hampir pasti dikeluarkan. mungkin jawaban ini beda dengan judul di atas. tapi alangkah baiknya jika ada jawaban lagi yang lebih ikhlas, misalkan saja,

“monggo silakan bapak berikan saja amplop itu ke yang lebih membutuhkan”. ada ga ya jawaban yang seperti itu…hmmm

ada juga yang menjadikan status ustad, kyai sebagai pekerjaan untuk mencari nafkah…weleh weleh weleh… semoga aja ga ada ya ustad atau kyai yang seperti itu. percuma mereka sudah belajar, atau mondok di pesantren, kuliah agama, bahkan sampai ke negeri arab dan mesir, cuman untuk mencari ‘modal kerja’ untuk berdakwah.

Astaghfirullah

Takut Akan…

Apa kita pernah merasa takut akan

hantu, setan, orang atau mahluk lain…

atau kita takut akan kehilangan harta, kedudukan, jabatan, pekerjaan atau rejeki yang sudah menjadi pendapatan tetap kita…

atau kita takut akan terkena bencana, musibah, penyakit atau bahkan kematian…

Tentu sangatlah wajar jika kita mempunyai salah satu rasa takut pada hal-hal di atas bukan?

Sebenarnya ketakutan yang terjadi itu terbentuk dari pola pikir dan mental kita yang selalu dikondisikan dengan pola pemikiran lingkungan yang tentu saja lingkungan duniawi kita. Bisa dibanyangkan pola kehidupan masyarakat pekerja dengan masyarakat pesantren. tentu akan berbeda dalam hal menyikapi ketakutan tersebut. demikian juga dengan kehidupan masyarakat kota dan pedalaman.

telah banyak kasus-kasus di indonesia tercinta ini, yang dasar permasalahannya adalah ketakutan mereka itu sendiri.

banyak orang korupsi karena takut akan tidak bisa hidup ‘tercukupi’.

banyak orang berebut jabatan karena takut akan kehilangan ‘kuasa’.

banyak juga orang yang takut berbuat sesuatu, di saat lingkungan mereka terutama atasan mereka berbuat kesalahan…kenapa saya bilang banyak, karena jumlah bawahan pasti lebih banyak dari atasan to heehee… dengan melihat ketakutan tersebut, tentu kita tidak sekonyong-konyong menyalahkan seorang penegak hukum, yang tidak pecus melawan koruptor, mafia hukum yang ada disekitarnya. mereka pasti akan merasa lebih takut daripada kita jika dihadapkan dengan kondisi itu bukan…

jadi sebenarnya hancurnya indonesia bukannya karena banyaknya koruptor atau mafia, hancurnya indonesia adalah karena kita merasa takut melawan ‘sistem’ mereka.

Seharusnya hanya satu yang harus kita takuti, yaitu kuasa Allah.

semoga kita dapat terinspirasi dengan kata-kata takut

amin

Ingat Kiamat…Ingat Tobat

Saat kita lupa akan kematian (kiamat kecil) kita, seakan kita akan hidup di dunia ini selama-lamanya. Kita terus berjuang untuk mencapai keinginan dunia, atau setidak-tidaknya pikiran dan tenaga kita terbelenggu dengan pemenuhan kebutuhan makan, pakaian, rumah, pendidikan anak, susu anak. kalau dihitung perhari saja, kita tidur 6 jam(udah bagus itu hee), kerja 8 jam, perjalanan pulang pergi 1-2 jam. sudah berapa itu? 16an jam sudah terbuang untuk mencari dunia, sisa 8 jam(udah bagus lagi itu hee). buat apa yaaa…

umur kita berapa yaaa…kira-kira kapan kita kiamat kecil yaaa…

sekarang akan saya bandingkan dengan umur dunia. dari kecil ke yang besar tentunya. Dunia ini semenjak ditinggal Rosulullah sudah berapa tahun ya… padahal sudah dipastikan Muhammad adalah nabi akhir jaman, coba bandingkan selisih antara nabi isa dan Muhammad. kasaranya 2012 M – 1433 H = hanya 579 tahun. sekarang sudah selisih 1433 tahun, Jika Muhammad itu ‘bukan’ yang terakhir maka hampir dipastikan akan turun nabi lagi bukan? tentu untuk membenahi akhlak kita lagi yang sudah dibilang KRONIS ini. lihatlah kondisi sekarang!?

itu kita hitung dari sisi tahun revolusi nabi.. sekarang akan saya ajak melihat kondisi bumi dan sekitarnya. tentu bumi sudah tidak bersahabat lagi dengan kita, cuaca ekstrim, gempa dan bencana lainya. sekarang mataharipun ikut-ikutan mengirimkan badai. kabanyakan kita beranggapan dunia akan musnah kalau terjadi tabrakan antar planet.

Lupakah kita akan berita dari Allah tentang kiamat? di saat langit merekah seperti kilatan minyak dan bunga mawar yang merekah? Lupakah kita tentang hadist, bahwa kita akan mengalami masa panas yang begitu lamanya seakan bumi tidak berputar / berotasi pada kutubnya? padahal kita tahu ledakan badai matahari MUNGKIN sangat besar pengaruhnya pada semua ciri kiamat itu bukan…dengan ledakan matahari mungkin akan mempengaruhi garis atau jalur planet terdekat dengan matahari atau bulan yang terdekat dengan bumi akan terpengaruh juga, mungkin perubahan jalur itu bisa menabrak bumi,

sangat besar kemungkinannya. setiap ada badai matahari akan selalu ditangkap di kedua kutub bumi sebagai poros rotasi, bisa saja poros atau kutub itu akan terganggu sehingga bumi akan berhenti berputar. weleh….kesannya seperti ngarang ya….tapi yang jelas kiamat itu akan segera datang. dan sebaiknya kita selalu waspada akan waktu tobat kita.

Allahu ‘alam